AS Jatuhkan Sanksi pada Bursa Kripto Dubai yang Terindikasi Bantu IRGC Iran
Amerika Serikat (AS) baru-baru ini memberlakukan sanksi terhadap bursa kripto lintas negara yang diduga terlibat dalam transaksi untuk Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Iranian’s Elite Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan entitas terkait. Salah satu bursa yang disebut dalam investigasi ini adalah Shelbit, yang berbasis di Dubai.
Penetapan sanksi tersebut dilakukan setelah adanya laporan investigasi oleh Reuters yang mengungkap bahwa Shelbit diduga terlibat dalam skema penghindaran sanksi Iran senilai miliaran dolar AS. Bursa ini disebut memindahkan kripto atas nama bank sentral Iran dan salah satu jaringan perjudian daring terbesar di dunia. Tak hanya itu, kripto yang diproses oleh Shelbit juga dikirim ke alamat yang terkait dengan IRGC.
Sanksi dan Tindakan Departemen Keuangan AS
Sebagai respons terhadap temuan ini, Departemen Keuangan AS tidak segan untuk memberlakukan sanksi pada Siavash Kayvanpour, seorang warga negara Iran yang tinggal di luar negeri dan merupakan pendiri Shelbit. Kayvanpour diduga memberikan dukungan materiil kepada IRGC dan Nobitex, bursa kripto terbesar di Iran.
Pada tanggal 2 Juni, AS juga telah menjatuhkan sanksi terhadap Nobitex atas keterlibatannya dalam memfasilitasi pemerintah Iran dalam menghindari sanksi Barat. Langkah-langkah ini sejalan dengan upaya Departemen Keuangan AS untuk mengekspos dan mengganggu jaringan keuangan ilegal yang mendukung rezim Iran.
Selain itu, Aban Tether, sebuah bursa kripto lain yang berbasis di Iran, juga terkena sanksi atas pemrosesan transaksi bernilai besar untuk entitas-entitas Iran yang terkena sanksi, termasuk Nobitex.
