Harga Bitcoin Tembus US$ 65.000, Sentimen Positif Seiring Data Inflasi Menguat
Pada Senin, 10 Agustus 2026, harga Bitcoin (BTC) melampaui angka US$ 65.000 atau sekitar Rp 1,15 miliar. Kenaikan hampir 3% dalam sepekan ini dipicu oleh harapan terhadap rilis data inflasi Juli 2026 pada Rabu, 12 Agustus 2026. Sentimen positif tersebut mengikuti laporan ketenagakerjaan yang lemah pekan sebelumnya, yang mengurangi kekhawatiran terkait kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (the Fed).
Harga Cryptocurrency Selengkapnya
Berdasarkan data dari coinmarketcap.com, harga Bitcoin (BTC) mengalami kenaikan sebesar 0,38% dalam 24 jam terakhir pada pukul 12.23 WIB. Dalam satu pekan terakhir, harga Bitcoin melonjak 3,59%, mencapai angka US$ 64.991 atau sekitar Rp 1,15 triliun. Pada pagi hari Senin, harga Bitcoin bahkan sempat menembus US$ 65.026.
Di sisi lain, Ethereum (Ether) diperdagangkan sekitar US$ 1.919 dengan kenaikan hampir 3% dalam seminggu terakhir. Binance Coin (BNB) juga naik 0,3% menjadi US$ 603, mengikuti tren kenaikan mingguan. Sementara Solana menjadi aset kripto dengan kinerja terkuat, naik 1% harian menjadi hampir US$ 77 dan melonjak hampir 5% dalam tujuh hari terakhir. Meskipun demikian, XRP mengalami penurunan 0,4% menjadi US$ 1,03 dan melemah 4% dalam seminggu.
Hyperliquid (HYPE) turun lebih dari 1% menjadi US$ 54 namun tetap mencatat kenaikan lebih dari 3% dalam seminggu. Sementara Dogecoin sedikit turun di bawah 7 sen. Pergerakan pasar kripto terus dipengaruhi oleh kondisi pasar saham, di mana indeks MSCI All Country World naik 0,1% setelah mencatat kenaikan tujuh dari delapan sesi perdagangan terakhir. Indeks saham Asia juga menguat 0,6% menyusul laporan ketenagakerjaan yang memperkuat indeks S&P 500 menuju rekor tertinggi.
