Empery Digital Laporkan Kerugian Besar Akibat Penjualan Bitcoin
Dokumen SEC terbaru telah mengungkapkan bahwa Empery Digital mengalami kerugian terealisasi sebesar US$ 56,8 juta pada paruh pertama 2026 akibat penjualan Bitcoin. Angka ini setara dengan sekitar Rp 923 miliar, berdasarkan harga perolehan awal aset kripto yang dijual.
Posisi Perusahaan dan Program Buyback Saham
Perusahaan tersebut sebelumnya menyatakan memiliki 1.514 BTC dan kas sebesar US$ 73,9 juta setelah menjual 1.400 BTC sejak 7 Mei 2026. Hasil penjualan Bitcoin ini seharusnya digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk pembayaran utang, pembelian properti, biaya hukum, dan kebutuhan operasional perusahaan.
Selain menjual Bitcoin, Empery Digital juga melaksanakan program buyback saham yang cukup besar. Hingga 6 Agustus 2026, perusahaan telah berhasil membeli kembali 26,24 juta saham senilai US$ 149,7 juta atau sekitar Rp 2,43 triliun. Rata-rata harga saham yang dibeli kembali adalah US$ 5,71 per saham.
Dana untuk program buyback saham ini berasal dari pinjaman sebesar US$ 105 juta yang digabungkan dengan hasil penjualan Bitcoin. Namun, kerugian total aset digital yang dicatat SEC mencapai US$ 106,3 juta selama semester pertama 2026, yang mengontribusikan sekitar 87% dari total beban operasional Empery Digital.
