Jakarta – Harga Bitcoin semakin mendekati level US$ 80.000, memicu pertanyaan apakah mata uang kripto ini akan menjadi aset safe haven yang aman. Pendiri Liquid Capital, Yi Lihua, memberikan sorotan terhadap kesulitan Bitcoin untuk menembus resistance di level US$ 81.000.
Lihua memperkirakan bahwa Bitcoin berpotensi mengalami koreksi ringan dalam beberapa hari mendatang sebelum kembali melanjutkan kenaikan harga dan mencoba menembus level tersebut. Ia juga mencermati level US$ 86.000, di mana jika Bitcoin mendekati harga tersebut, Lihua berencana untuk menutup posisi long karena ia memperkirakan bahwa level itu dapat memicu koreksi pasar yang lebih signifikan.
Meski mengantisipasi penurunan jangka pendek di area resistance, Lihua tetap optimis melihat prospek pasar secara bullish. Ia memilih untuk menutup posisi long tanpa membuka posisi short.
Bitcoin sebelumnya mengalami pemulihan yang kuat dari sekitar US$ 60.000 hingga kembali berada di atas US$ 81.000. Penguatan ini kembali memunculkan diskusi tentang peran Bitcoin sebagai aset pelindung terhadap penurunan nilai mata uang. Permintaan terhadap Bitcoin dan emas sebagai aset lindung nilai juga meningkat di tengah kekhawatiran terhadap utang, defisit anggaran, serta risiko depresiasi mata uang.
Arus modal institusional juga memberikan dukungan pada pasar kripto. Hingga 27 Agustus, ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus dana masuk bersih selama sembilan hari berturut-turut. ETF, termasuk IBIT yang dimiliki oleh BlackRock, menjadi salah satu faktor utama yang mendorong masuknya dana institusional ke pasar Bitcoin.
Sumber: Lihat sumber berita
