Jakarta – Bitwise Solana Staking ETF (BSOL) mencapai tonggak sejarah baru dengan mencatat nilai aset kelolaan lebih dari US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 17,75 triliun dalam waktu 10 bulan setelah diluncurkan. Hal tersebut menandai lonjakan signifikan dalam kepercayaan investor terhadap aset kripto di tengah kondisi pasar yang lesu.
Menurut laporan dari the block pada Senin (31/8/2026), sebagian besar arus masuk dana yang terjadi merupakan indikasi keyakinan investor terhadap Bitwise Solana Staking ETF (BSOL). Bitwise Solana Staking ETF (BSOL) merupakan salah satu manajer aset kripto yang berhasil menarik minat investor untuk berinvestasi dalam aset Solana.
Presiden Bitwise, Teddy Fusaro menyampaikan bahwa meskipun harga saham BSOL dan Solana mengalami penurunan, namun volume perdagangan kumulatif untuk ETF Solana spot telah mencapai lebih dari US$ 13 miliar atau setara dengan Rp 230,8 triliun sejak diluncurkan pada September 2025.
Eric Balchunas, seorang analis senior ETF Bloomberg, mengatakan bahwa arus masuk kumulatif sebesar US$ 1,7 miliar tanpa adanya periode arus keluar menunjukkan keberhasilan ETF Solana dalam menarik minat investor meskipun menghadapi masa penurunan pasar yang cukup signifikan.
Dengan demikian, masuknya Bitwise Solana Staking ETF (BSOL) ke dalam pasar modal membawa angin segar bagi ekosistem on-chain, menandai awal dari Solana untuk bersaing di pasar aset kripto. Meskipun mengalami fluktuasi harga yang signifikan, namun kepercayaan investor terhadap ETF Solana tampaknya tetap tinggi.
Sumber: Lihat sumber berita
