Jakarta – Video musik terbaru Jennie BLACKPINK, “Fallen Angel”, kembali menuai kontroversi di mata publik. Beberapa adegan dalam video tersebut dinilai terlalu gelap dan mengganggu karena melibatkan anak-anak sebagai bagian dari konsep visualnya yang bernuansa horor.
Mini album terbaru Jennie berjudul “Fallen Angel” dirilis pada 28 Agustus waktu Korea Selatan. Album ini berisi tiga lagu, di antaranya “Fallen Angel”, “Heaven”, dan “Less Than A Lover”. Namun, salah satu lagu yang paling mencuri perhatian adalah “Fallen Angel” yang dianggap kontroversial oleh sebagian netizen.
Kontroversi terutama berpusat pada adegan yang menampilkan sekelompok anak-anak mengenakan pakaian putih dan penutup kepala merah. Mereka terlihat berjalan menuju rumah yang sedang terbakar dalam adegan tersebut. Setelah pintu rumah terbuka, terlihat seorang anak perempuan duduk di dekat Jennie dengan pakaian serupa. Mereka berada di tengah-tengah lingkungan yang dipenuhi semak berduri.
Adegan itu semakin terkesan misterius dengan anak-anak yang membawa lilin menyala, menciptakan suasana gelap dan misterius di akhir video. Meskipun sebagian penggemar menganggap konsep tersebut memiliki pendekatan sinematik yang kuat dan sesuai dengan lagu, namun tidak sedikit netizen yang merasa tidak nyaman dengan penggunaan anak-anak dalam adegan tersebut.
Perdebatan pun semakin memanas ketika sejumlah netizen mengaitkan visual MV dengan simbolisme ritual satanis. Namun, anggapan tersebut hanya sebatas interpretasi dari sebagian penonton terhadap konsep artistik video Jennie BLACKPINK. Tidak ada bukti bahwa Jennie atau tim produksinya benar-benar bermaksud menampilkan ritual satanis dalam MV tersebut.
Kritik terhadap penggunaan anak-anak dalam video musik “Fallen Angel” Jennie BLACKPINK menjadi sorotan yang semakin ramai akhir-akhir ini. Para netizen menilai adegan tersebut berpotensi diasosiasikan dengan tema gelap dan ritualistik, sehingga menjadi kontroversi tersendiri.
Sumber: Lihat sumber berita
