Jakarta – Pendiri Binance, Changpeng Zhao, menegaskan bahwa saat ini ia yakin Bitcoin akan menjadi lebih penting daripada emas di masa depan. Meski kapitalisasi pasar emas saat ini masih sekitar 10 kali lebih besar daripada Bitcoin, Zhao meyakini bahwa hal ini akan berubah seiring dengan semakin banyaknya aset digital yang masuk ke dalam cadangan strategis suatu negara.
Menurut Zhao, alokasi cadangan pemerintah di masa yang akan datang akan semakin bergeser ke arah aset digital. Ia memprediksi bahwa kepemilikan kripto strategis, terutama Bitcoin, Ethereum (ETH), dan BNB, dapat menyumbang lebih dari 50% dari total cadangan tersebut.
Namun, meskipun potensi Bitcoin cukup besar, harga aset kripto ini masih menghadapi beberapa tantangan. Data dari Coin Metrics menunjukkan bahwa pada tanggal 18 Agustus, harga Bitcoin ditutup di bawah level US$ 65.000 dan meningkat ke US$ 79.000 pada 28 Agustus. Meski masih jauh dari harga tertinggi Bitcoin pada Oktober 2025 yang mencapai US$ 126.000.
Namun demikian, laporan dari CryptoQuant pada tanggal 25 Agustus menyebutkan bahwa Bitcoin berpotensi memasuki fase bull market baru. Indikator Bull Score CryptoQuant bahkan meningkat menjadi 80 dari sebelumnya 30. Konfirmasi tren tersebut diprediksi akan semakin kuat jika Bitcoin mampu mencatatkan penutupan harian di atas rata-rata pergerakan 365 hari, yang saat ini berada di sekitar US$ 83.000.
Untuk investor pemula, bull market secara sederhana merupakan periode di mana harga aset cenderung mengalami kenaikan dan sentimen pasar lebih optimistis. Hal ini tentunya menjadi peluang bagi para investor untuk mempertimbangkan pilihan investasi mereka di pasar kripto.
Dengan perkembangan pasar kripto yang begitu dinamis, tentu kita harus terus memperhatikan berbagai faktor dan perkembangan terkini. Dengan semakin banyaknya aset digital yang diakui secara global, kita tentu perlu melihat bagaimana hal ini akan memengaruhi dinamika pasar keuangan di masa depan.
Sumber: Lihat sumber berita
