Jakarta – Perdagangan kripto Rabu (2/9/2026) menunjukkan harga jajaran teratas mengalami koreksi di zona merah. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) turut tertekan, namun Solana (SOL) berhasil memimpin dalam penurunan harga.
Data dari coinmarketcap.com menunjukkan bahwa harga Bitcoin (BTC), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, mengalami penurunan sebesar 1,9% dalam 24 jam terakhir. Selama seminggu terakhir, harga BTC turun 1,54% menjadi US$ 77.216,37 atau sekitar Rp 1,36 miliar.
Sementara itu, Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan sebesar 2,56% dalam 24 jam terakhir. Selama seminggu terakhir, harga ETH merosot 1,32% menjadi US$ 2.408 atau sekitar Rp 42,69 juta.
Harga stablecoin seperti Tether (USDT) turun 0,02% dalam 24 jam terakhir, dengan harga saat ini berada di posisi US$ 0,9995. Sedangkan Binance Coin (BNB) turun 1,24% menjadi US$ 684,37 dan XRP turun 2,75% menjadi US$ 1,34.
Di sisi lain, harga Solana mengalami penurunan terbesar dengan koreksi sebesar 3,55% dalam 24 jam terakhir. Namun, Solana berhasil mencatat kenaikan sebesar 3,34% selama seminggu terakhir, dengan harga saat ini berada di posisi US$ 99,74.
Meskipun Bitcoin dan Ethereum mengalami tekanan, Solana justru mampu memimpin dalam koreksi harga kripto pada perdagangan hari ini. Investor di pasar kripto diharapkan untuk tetap waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Pasar kripto yang tidak stabil mengharuskan para pelaku pasar untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi.
Sumber: Lihat sumber berita
