Jakarta — Perusahaan keamanan blockchain PeckShield melaporkan adanya 50 peretasan kripto berskala besar pada bulan Agustus 2026. Angka ini meningkat 67% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya terdapat 30 insiden peretasan.
Menurut laporan dari Yahoo Finance pada Rabu (2/9/2026), hasil dari peretasan tersebut menyebabkan investor kripto kehilangan dana sebesar US$ 136,3 juta atau setara dengan Rp 2,41 triliun (dengan asumsi kurs dolar AS sebesar 17.730 rupiah).
Meskipun nilai kerugian tersebut menunjukkan penurunan sebesar 49,5% dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 270 juta atau Rp 4,78 triliun, namun jumlah insiden peretasan kripto lebih banyak terjadi pada bulan Agustus tersebut.
Salah satu peretasan terbesar yang terjadi adalah pada platform TectonicFi, dimana serangan tersebut berhasil mencuri dana sebesar US$ 74 juta. Serangan tersebut terjadi melalui eksploitasi protokol pinjam-meminjam Tectonic.cro, yang menyebabkan kerugian sebesar lebih dari 54% dari total kerugian yang terjadi pada bulan Agustus.
Menurut PeckShield, peristiwa ini masuk dalam daftar keempat peretasan kripto terbesar sepanjang tahun 2026, di bawah peretasan lainnya seperti eksploitasi Drift, KelpDAO/LayerZero, dan Coldcard. Penyerang berhasil memindahkan sekitar US$ 6 juta ke jaringan Ethereum sebelum Cronos blockchain yang menjadi dasar dari Tectonic menghentikan seluruh sistem jaringan, yang kemudian mengakibatkan penggeledahan dana yang tersisa.
Pelaku eksploitasi juga melakukan pencucian dana dengan memindahkan sekitar US$ 200.000 ke Bitcoin ketika laporan dari PeckShield dirilis. Hal ini menunjukkan betapa rentannya keamanan dalam ekosistem kripto terhadap aksi peretasan yang terus meningkat setiap bulannya.
Sumber: Lihat sumber berita
